Back
Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua Bogor
Author Susi
Tuesday, Nov 5, 2013 12:48 am
Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua Bogor
           
Peragaan di kebun binatang sejak memasuki abad ke-20 mengarah kepada penyelamatan species individu dan ekosistemnya. Dalam hal ini bukan saja menciptakan peragaan yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi satwa itu sendiri namun juga bagi pengunjung.
Kebun binatang modern dalam bentuk taman terbuka yang terbentang luas dengan nama Taman Safari memperagakan satwa-satwa seperti di habitat alaminya yang dibuat sedemikian rupa tanpa menggunakan jeruji besi, sehingga pengunjung akan dibawa ke dunia satwa itu sendiri.
           
Pada bulan April 1986 Taman Safari Indonesia (TSI), sebagai taman safari terbuka pertama di Indonesia dan obyek wisata yang berwawasan lingkungan dibuka untuk umum dengan area luas 68 ha yang kemudian diperluas menjadi 138,5 ha. Keberadaan TSI berfungsi dan berperan sebagai konservasi, pendidikan dan sarana penelitian serta wisata alam.
           
Kegiatan konservasi yang dilaksanakan oleh Taman Safari Indonesia dirintis sejak tahun 1986 saat membantu Departemen Kehutanan dalam mengatasi gajah Sumatera yang bermasalah / memiliki konflik dengan penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut TSI sebagai pelopor dalam pemanfaatan gajah bermasalah tersebut dengan mendirikan Pusat Latihan Gajah yang pertama di Way Kambas, Lampung dan mendatangkan gajah penangkap dari Thailand.
           
Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun, TSI sudah berhasil menunjukkan keberhasilannya dalam menangkarkan berbagai jenis satwa langka sehingga pada tahun 1989 TSI dinyatakan sebagai Lembaga Konservasi Ex-situ oleh Menteri Kehutanan dengan Surat Keputusan No. 709/Kpts-II/90 dan diresmikan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi.
           
Dengan peranan yang dilaksanakan TSI yang bekerjasama dengan lembaga nasional maupun internasional ex-situ maupun in-situ, TSI juga dinyatakan sebagai Indonesian Center for Reproduction of Endangered Wildlife (ICREW).
           
Mulai tahun 1991, IUCN/SSC Conservation Breeding Specialist Group (CBSG), Tiger SSP, AZA dan EEP melakukan pendekatan kepada Departemen Kahutanan (sekarang Kementerian Kehutanan) dalam hal ini Ditjen PHPA (sekarang PHKA) melalui TSI untuk melaksanakan strategi konservasi satwa liar Indonesia yang dimulai dengan workshop PHVA Harimau Sumatera. Karena sebelumnya status, populasi dan penyebaran satwa liar Indonesia belum diketahui.
           
Dengan adanya PHVA workshop Harimau Sumatera yang diikuti dengan rapat Masterplan Harimau Sumatera, maka TSI ditunjuk sebagai Pusat Penangkaran Harimau Sumatera Regional PKBSI, tempat menyimpan bank sperma (Genome Resource Bank), dan ditunjuk sebagai koordinator pencatat studbook harimau Sumatera.
           
Berawal dengan PHVA workshop harimau Sumatera sehingga Ditjen PHPA, Departemen Kehutanan dan Perkebunan dapat menerbitkan strategi Harimau di Indonesia, maka Harimau Sumatera dijadikan sebagai acuan untuk konservasi satwa langka Indonesia lainnya yang kemudian menyusul telah dilaksanakan PHVA workshop antara lain, Gajah, Badak Sumatera, White-winged wood duck, Orangutan, Komodo, Owa Jawa, Sea Turtle, Babirusa dan Anoa.
           
Melalui petualangan melihat satwa-satwa yang dilepas bebas dalam kawasan yang alami mengandung unsur pesan pendidikan, secara tidak langsung menambah ilmu pengetahuan pengunjung mengenai kehidupan, tingkah laku satwa, lingkungan dan pentingnya usaha pelestarian yang harus dilakukan oleh semua pihak. Dalam waktu-waktu tertentu TSI memberikan pendidikan pengenalan satwa liar dengan mendatangi sekolah-sekolah se Jabotabek dan memberikan bantuan sarana pendidikan bagi sekolah yang berada di sekitar TSI.
           
Selain itu dalam memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dan Hari Lingkungan Hidup se Dunia bekerjasama dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup setiap tahunnya menyelenggarakan Lomba Photo Satwa. Taman Safari Indonesia turut berpartisipasi dalam Pembangunan Nasional dibidang pariwisata dengan daya tarik lingkungan alamnya, TSI mampu menarik wisatawan termasuk wisatawan mancanegara yang dapat mendatangkan devisa negara, sehingga TSI mendapat penghargaan Adhikarya Pariwisata.
           
Dengan penataan, desain dan konsep kebun binatang modern yang berwawasan lingkungan, para wisatawan mendapatkan kenyamanan selama berwisata alam di TSI karena yang ditampilkan membawa pesan konservasi yang mendidik, selain itu juga memberikan kesan petualangan yang unik dengan adanya Safari Malam, Jungle Walk dan Behind the Scene Tour.

Taman Safari Indonesia Unit I, Cisarua – Bogor
Jl. Raya Puncak, Cisarua, BOGOR
Telp.                     : (0251) 8250 000 / 825 7770
Fax                       : (0251) 8250 555
Email                    : safari@tamansafari.net  
Website                : www.tamansafari.com
Berdiri                   : 1986
Luas                     : 138,5 ha
Status                   : Swasta (PT. Taman Safari Idonesia)
Izin LK                   : 242/Kpts-II/1999


Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed