Back
PUNCAK PERAYAAN HUT TMII KE-43
Author Susi
Tuesday, Apr 24, 2018 2:01 pm
PUNCAK PERAYAAN HUT TMII KE-43

Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII) merupakan obyek wisata di Jakarta yang berdiri sejak 20 April 1975. Dibangun pada masa Presiden Soeharto, TMII mengusung konsep taman kebudayaan Indonesia dalam bentuk miniatur. TMII memiliki 33 anjungan provinsi, 18 museum, 12 bangunan utama, 20 wahana bermain, dan 13 taman yang lengkap. TMII juga sebagai lembaga konservasi anggota PKBSI karena didalamnya ada juga wahana Taman Burung, taman reptile Museum Komodo dan Dunia Air Tawar.

Tahun ini, TMII merayakan HUT ke-43 yang bernuansa budaya Kalimantan Selatan dimana puncak acara berlangsung pada Jumat (20/4) di Teater Garuda TMII, dihadiri oleh perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Gubernur Kalimantan Selatan, kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, jajaran perwakilan pemerintah, dan para undangan dari mitra terkait termasuk PKBSI. Rangkaian acara HUT berlangsung selama 15-22 April 2018 dengan tema “TMII Wajah Budaya Indonesia” dan memiliki subtema “Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bauntung”.

Acara puncak diawali sambutan Direktur Utama TMII, Drs. Tanribali Lamo, S.H., dan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor, S.Sos., M.H. Pembukaan secara resmi dilakukan oleh staf ahli Kemenristekdikti, Ir. Hari Purwanto, M.Sc., yang mewakili Menteri Ristekdikti. Acara HUT diisi oleh penampilan sendratari kolosal bertajuk Manjalung Ratu Zaleha yang merupakan persembahan budaya dari Kalimantan Selatan. Selain itu, acara juga diisi oleh persembahan tarian dan budaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hal yang menarik pada acara puncak HUT TMII adalah dilakukannya penandatanganan kerjasama antara TMII dengan Taman Safari Indonesia (TSI) pertukaran satwa komodo dengan disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Penandatanganan dilakukan oleh Dirut TMII, Tanribali Lamo, dan Direktur TSI, Drs. Jansen Manansang, M.Sc. serta penyerahan satwa komodo secara simbolis berupa miniatur replika komodo. Komodo sebagai satwa khas Indonesia, merupakan satwa karismatik yang sangat sesuai untuk mengangkat identitas TMII khususnya di wahana Museum Fauna Komodo. Semoga sepasang komodo ini kelak dapat berkembangbiak di TMII.

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed