Back
Bus Khusus Transportasi Lumba-Lumba
Author Susi
Sunday, Dec 29, 2013 10:58 pm
Bus Khusus Transportasi Lumba-Lumba
 
           Bus dirancang khusus untuk mampu mengangkut dua ekor lumba-lumba, dilengkapi dengan pendingin ruangan, tempat yang nyaman, sirkulasi air dan menggunakan sistem hidrolik untuk menurunkan dan menaikkan kembali lumba-lumba kedalam Bus, ada pula ruangan untuk keeper serta dokter. Lumba-lumba yang diangkut di dalam bus khusus ini mampu bertahan hidup hingga dua hari.

         Bus khusus untuk transportasi lumba-lumba diresmikan oleh Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) DR. H. Rahmat Shah ditandai dengan pemotongan pita dan pecah kendi pada sabtu, 28 Desember 2013 di pelataran tempat wisata The Sea Pantai Cahaya, Kendal.

            Dirut WSI Denny Charso mengatakan bahwa pengadaan transportasi khusus lumba-lumba bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada lumba-lumba. Selama ini WSI masih menggunakan truk untuk mengangkut lumba-lumba. Bus yang didesain khusus ini sangat representatif untuk mengangkut lumba-lumba hingga mampu bertahan 2 hari. Ini juga sebagai bukti bahwa WSI sangat menyayangi dan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan hewan peliharaannya.

           Acara peresmian penggunaan bus ini dihadiri pula oleh Kementerian Kehutanan, Kepala BKSDA Semarang, Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Kapolres, Dandim serta sejumlah Tokoh masyarakat setempat. Ketua Umum PKBSI Rahmat Shah mendukung pengadaan bus yang didesain khusus untuk angkutan lumba-lumba dan sudah lazim digunakan ini, serta berharap kepada WSI sebagai lembaga konservasi yang selalu mengedepankan kesejahteraan satwa dalam proses pengelolaannya. Hal-hal yang masih kurang dapat didiskusikan dan jangan sungkan untuk terus belajar dan belajar kepada lembaga konservasi lain yang lebih maju dan modern. PKBSI siap memberikan bimbingan, arahan dan saran kepada setiap anggota yang memerlukan bantuan dan dukungan dalam hal pedoman pengelolaan lembaga konservasi dengan memegang prinsip lima kebebasan satwa.


oleh: Set.PKBSI
foto  : Set.PKBSI

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed