Back
Bunda Para Bayi Satwa
Author Susi
Monday, May 19, 2014 11:58 pm
Bunda Para Bayi Satwa


Terdengar lamat – lamat suara rengekan bayi satwa yang diselingi suara lembut wanita membujuk dan menenangkan bayi satwa tersebut. Benar saja, ketika didekati Sri Suwarni, ”bunda” para bayi di nursery Taman Safari Indonesia, Cisarua, tengah membujuk bayi orang utan umur 3 bulan yang tidak mau diturunkan dari gendongan. Agar tidak penasaran siapa dan apa tugas Sri sehari – hari sebagai perawat bayi satwa, redaksi telah merekamnya dalam tulisan untuk pembaca.  

Purworejo, kota yang tenang di Jawa Tengah bagian selatan dimana Sri dilahirkan dan dibesarkan hingga menamatkan pendidikan SMEA. Tahun 1992, Sri demikian dia biasa disapa merantau ke Bogor untuk mencari pengalaman dan diterima bekerja di Taman Safari Indonesia kemudian ditempatkan di bagian rekreasi yang banyak berinteraksi dengan pengunjung. Melihat potensi lain yang dimilikinya, sepuluh tahun kemudian pimpinan memindahkan ke Rumah Sakit Satwa dan diberi tugas untuk mengurus bayi satwa.  Rupanya tempat baru ini mengasah potensi Sri yang dengan cekatan mengurus bayi satwa yang diabaikan induknya maka dirawat di bagian nursery. Ibaratkan seorang ibu yang mempunyai kasih sayang seluas samudra, demikian pula Sri dalam memberikan kasih sayang pada bayi – bayi satwa secara tulus dan merata. Kasih sayang yang ditunjang sifat sabar merupakan salah satu kunci mengapa para bayi satwa ini cepat akrab dan lengket kepada sang ”bunda”.  Jumlah bayi yang harus diurus fluktuatif, ada kalanya cukup banyak sementara Sri menangani hanya berdua dengan partnernya, berkat pengalaman panjang maka dengan cekatan tugas harian sebagai ”bunda” dijalankan dengan tuntas.

Meskipun kaya pengalaman mengasuh bayi satwa, wanita bertubuh langsing dan berwajah manis ini nampak tidak ingin menonjolkan diri dan malu – malu kalau difoto. Mungkin benar kata orang tua dulu, ibaratkan padi semakin berisi semakin merunduk tidak jumawa menegakkan kepala. Saking cintanya dengan pekerjaan yang digelutinya, ketika ditanya hal yang menyedihkan Sri menjawab secara pasti hampir tidak ada, kecuali ketika anak asuhannya tidak mau makan, rewel atau sakit. Banyak sekali pengalaman membanggakan yang dialami oleh Sri berkat kepiawaiannya menjadi ibu pengganti para bayi satwa. Taman Safari Indonesia (TSI) sebagai lembaga konservasi terkemuka sangatlah sering dikunjungi oleh pemimpin dan tokoh nasional maupun dunia yang biasanya mendapat kesempatan untuk melihat dan mengendong bayi satwa. Tentu saja Sri sebagai bunda para bayi tersebut berkesempatan bertemu dengan para tokoh yang menjadi tamu TSI

Pengalaman panjang  yang dilalui Sri membuahkan kepiawaian  mengasuh bayi satwa  yang dilakoni dengan ikhlas dan suka cita  mulai dari menyusui dengan botol, menyuapi, membersihkan kotoran, mengajak bermain, melatih bergelantungan kadang – kadang meninabobokan pula. Banggalah dunia konservasi Indonesia, memiliki wanita berbakat yang cekatan dalam merawat bayi satwa liar, semoga kontribusinya dapat memajukan pelestarian satwa di Indonesia.


Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed