Back
Zoo Educator Training 2018
Author Susi
Thursday, Dec 6, 2018 9:50 pm
Zoo Educator Training 2018

Salah satu peran dan fungsi lembaga konservasi adalah sebagai tempat edukasi bagi masyarakat mengenai satwa liar dan konservasinya. WAZA (asosiasi kebun binatang sedunia) mencatat bahwa setidaknya 700 juta orang mengunjungi kebun binatang di seluruh dunia, data tersebut baru berasal dari kebun binatang yang terafiliasi dengan WAZA. Lembaga konservasi memegang peran penting dalam edukasi konservasi masyarakat dan sudah seharusnya menjadi perhatian utama bagi para pengelola LK dalam upaya konservasi ex-situ.

PKBSI sebagai organisasi lembaga konservasi yang ada di Indonesia, berkomitmen untuk terus mendukung dan meningkatkan kapasitas SDM yang bekerja di LK khususnya tenaga edukasi, agar dapat lebih terampil dan paham mengenai program edukasi untuk dikembangkan di LK masing-masing.

PKBSI lebih fokus pada bidang edukasi dengan mengadakan pelatihan Zoo Educator Training tahun 2017 dan 2018. Pelatihan tahun 2017 diadakan di Jungle Camp, Taman Safari Prigen, Pasuruan, 8-10 Oktober 2017, diikuti oleh 35 peserta dari 20 LK.

Pada pelatihan tahun 2018, PKBSI kembali bekerjasama dengan Chester Zoo, UK, dan Audubon Zoo, Amerika, melalui program GSMP. Tim trainer dari PKBSI terdiri dari Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, SpMP, MSc (Kabid Pelatihan dan Penelitian PKBSI) dan Yuliyati Nurmaya (Taman Margasatwa Ragunan). Tim trainer internasional terdiri dari Charlotte Daly (Chester Zoo) dan Jamie Jackson (Audubon Zoo).

Zoo Educator Training tahun 2018 diadakan di Putri Duyung Ancol, Jakarta, 23-25 November 2018, tepat sebelum diadakannya Musyawarah Nasional PKBSI. Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta dari 17 LK anggota PKBSI.

Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, pelatihan ini lebih fokus pada pengenalan berbagai metode penyampaian materi edukasi kepada pengunjung. Para peserta dikenalkan dengan berbagai alternatif media edukasi kepada pengunjung antara lain melalui video, permainan, dan berbagai animasi yang dapat disesuaikan dengan rentang umur target pengunjung.

Para peserta pelatihan juga dilatih keterampilan membawakan presentasi lisan yang akan bermanfaat bagi mereka saat memberikan materi edukasi kepada pengunjung. Hal utama yang diangkat pada pelatihan ini adalah bagaimana para tenaga edukasi dapat mempengaruhi para pengunjung di LK untuk dapat paham dan memiliki koneksi dengan permasalahan konservasi yang ada di Indonesia. Dengan demikian, para pengunjung dapat dan tertarik juga mengetahui berbagai kegiatan konservasi yang telah dan akan dilakukan oleh LK tersebut. Tujuan akhirnya adalah para pengunjung dapat ikut terlibat dalam upaya konservasi spesies yang diedukasi oleh para peserta. Tujuan dari tenaga edukasi di LK adalah dapat melibatkan para pengunjung untuk lebih mengetahui dan terlibat dalam konservasi satwa.

Pelatihan ini tidak hanya dilakukan secara teori tapi juga melibatkan praktek. Para peserta diajak untuk memikirkan dan menyusun kegiatan edukasi konservasi yang akan mereka lakukan di LK masing-masing dalam waktu dua minggu, satu bulan, enam bulan, dan satu tahun setelah pelatihan. Komitmen ini akan dipantau oleh tim trainer dan diharapkan dapat terlaksana sesuai rencana dan tim trainer juga akan membantu agar upaya tersebut dapat berjalan lancar.

Pelatihan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi LK yang ada di area Ancol yaitu Fauna Land dan Ocean Dream Samudera.

Kita berharap bersama melalui pelatihan ini, seluruh peserta dapat kembali ke LK masing-masing dengan segudang ide dan pikiran yang mereka dapat selama pelatihan, untuk dapat diterapkan di LK masing-masing. Tenaga edukasi di LK adalah garda terdepan dalam pengenalan satwa dan konservasinya kepada pengunjung sehingga menjali pilar penting dalam usaha peningkatan kepedulian masyarakat terhadap satwa.
Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed