Back
Meeting Sumatran Rhino Husbandry and Propagation Expert Advisory Board
Author Susi
Tuesday, Jul 30, 2019 1:21 pm
Meeting Sumatran Rhino Husbandry and Propagation Expert Advisory Board
Indonesia memiliki dua dari lima jenis badak yang ada di dunia, yaitu badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang keduanya sudah terancam punah.

Populasi badak Sumatera di Sumatera dan Kalimantan diestimasi sudah kurang dari 100 individu. Tindakan darurat harus segera dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan ini, salah satu upaya yang sedang dilakukan bersama adalah pembangunan area suaka semi alami baru untuk mendukung perkembangbiakan badak Sumatera. Salah satu metode untuk mengatasi kendala ini adalah melalui teknologi reproduksi buatan.

Pada Senin-Kamis, 29 Juli-1 Agustus 2019, para ahli dari pemerintah, Lembaga Konservasi, perguruan tinggi, LSM, baik dari dalam maupun luar negeri, berkumpul di Jakarta, membahas berbagai upaya tersebut dalam pertemuan bertajuk "Husbandry and Propagation Expert Advisory Board". PKBSI bersama dengan Kementerian LHK dan IUCN-SSC menyelenggarakan pertemuan ini dengan harapan dapat dirumuskannya berbagai rekomendasi yang dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan strategi konservasi badak Sumatera. Tidak kurang dari 24 peserta hadir dari beragam bidang keahlian.

Acara ini diawali oleh sambutan Ketua Umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah, yang mengangkat peran PKBSI dalam mendukung upaya konservasi badak. Sambutan juga diberikan oleh Chair IUCN-SSC, Jon Paul Rodriguez, PhD. Acara ini pun secara resmi dibuka oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Drh. Indra Exploitasia, MSi.

Upaya konservasi badak sudah menjadi perhatian bersama dunia internasional dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dapat menentukan arah konservasi yang tepat bagi pengelolaan badak Sumatera di masa depan.

Salam Lestari!!
Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed