Back
Rakornas PKBSI 2017
Author Susi
Tuesday, Nov 28, 2017 1:10 pm
Rakornas PKBSI 2017
 Pengelolaan satwa di beberapa LK sedang mendapat sorotan dari berbagai LSM. Kritikan ini harus dapat disikapi dengan bijak. LK harus mampu menjawab setiap kritikan dan memperbaiki pengelolaan ke depannya untuk kesejahteraan satwanya.

Setiap LK harus dapat saling membantu untuk kebaikan bersama semua LK. LK yang sudah maju seyogyanya membantu LK yang masih tertinggal, dan LK yang masih berkembang juga diharapkan mampu meningkatkan pengelolaannya dengan giat dan mengejar ketertinggalannya. Semua itu agar standart LK di Indonesia dapat meningkat untuk menunjukkan bahwa Indonesia sudah baik dalam pengelolaan satwa di LK. Hal ini yang menjadi perhatian utama PKBSI.

“Setiap LK harus mengetahui dan wajib mengikuti serta mematuhi aturan perundangan yang berlaku. Dengan demikian LK dapat mengantisipasi berbagai kritikan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Ketua umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah, dalam sambutan pembukaannya pada acara Rakornas 2017.

PKBSI mengangkat tema “Bekerja Bersama Meningkatkan Pengelolaan Satwa Demi Citra Bangsa & Negara di Mata Dunia” dalam Rakornas 2017 yang digelar 11-14 Oktober 2017 di Baobab Safari Resort, Taman Safari Indonesia II Prigen. Rakornas ini juga disponsori oleh DSI Global, Sdn, Bhd, Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, dan Jatim Park Group.

Rakornas ini dihadiri oleh 106 peserta dari 36 LK, pengurus PKBSI, serta dari instansi/lembaga terkait antara lain: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajaran; Kementerian Dalam Negeri; BPSPL Denpasar (UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan); Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Balai KSDA Jember; Pemda Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur; IPRAI, ARKI, International Union for the Conservation of Nature – Species Survival Commission Asian Wild Cattle Specialist Group (IUCN - SSC AWCSG), dan DSI Global Sdn. Bhd, Malaysia.

Rakornas ini secara resmi dibuka oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Ir. Bambang Dahono Adji, MM, M.Si. dengan pemukulan gong. Sebelumnya, beliau membacakan makalah kunci mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berjudul “Upaya Pemerintah Mewujudkan Lembaga Konservasi Berstandar Melalui Akreditasi”.

Rakornas dibagi menjadi 4 sesi yaitu: (1) Sidang Rakornas, (2) Presentasi Anggota, (3) Pameran Poster, dan (4) Field Trip/Kunjungan. Sidang Rakornas dipimpin oleh Ketua Umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah, berisi laporan kegiatan PKBSI yang dibawakan oleh Sekjen PKBSI, Tony Sumampau, laporan program kerja dan rencana kerja oleh Ketua Bidang-Bidang dan Korwil PKBSI.

Sesi presentasi anggota dibagi menjadi 3 sesi yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Gono Semiadi dengan 4 pemapar, Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah dengan 6 pemapar, dan I Nengah Nuyana, S.Si. dengan 6 pemapar. Paparan antara lain oleh Direktur KKH, Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah tentang “Re-Akreditasi LK”, Dr. James Burton tentang Program GSMP, Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP., M.Sc. tentang “Rekomendasi Breeding GSMP & EAZA”, Prof. Dr. Gono Semiadi tentang “LK Sebagai Sumber Informasi Ilmiah”, serta paparan dari LK anggota PKBSI mengenai informasi dan perkembangan di LK masing-masing.

Di penghujung acara Rakornas, peserta juga diajak untuk berkeliling menikmati wahana dan fasilitas hiburan di Taman Safari Prigen. Peserta juga dapat mengikuti kunjungan pilihan berupa wisata ke Gunung Bromo.

Rakornas ini telah berlangsung dengan baik. Diharapkan melalui pertemuan ini, setiap LK dapat memahami lebih lanjut mengenai peran dan tugas LK terutama dalam hal pengelolaan satwanya. Hal ini demi kebaikan bersama agar nama baik Indonesia di mata dunia tidak tercoreng akibat buruknya penilaian buruk terhadap pengelolaan satwanya.
Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed