Back
PERAN SERANGGA DALAM SEBUAH EKOSISTEM
Author Susi
Sunday, Mar 11, 2012 8:11 am
PERAN SERANGGA DALAM SEBUAH EKOSISTEM

Serangga dalam kehidupan di alam mempunyai peranan yang sangat penting bagi ekosistem, baik secara langsung maupun tidak langsung. Suatu ekosistem tanpa kehadiran suatu serangga, maka kehidupan suatu ekosistem akan terganggu dan tidak akan mencapai suatu keseimbangan. Bayak sekali peranan serangga dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator (pengendali hayati), parasitoid (pengendali hayati), hingga sebagai bioindikator bagi suatu ekosisitem. 
 

Dekomposer
Serangga memeliki peranan yang sangat penting dalam proses dekomposisi terutama di tanah. Kotoran atau feases dari hewan dapat mengakibatkan pencemaran terhadap padang rumput. Kotoran  sapi yang dibiarkan dipermukaan tanah dapat mematikan atau memperlambat pertumbuhan tanaman rumput, serta menyebabkan tanaman di sekitarnya kurang disukai ternak sapi. Selain itu kotoran atau tinja tersebut dapat pula sebagai tempat meletakan telur bagi vektor pembawa penyakit, dan merupakan tempat hidup bagi larva parasit pada saluran pencernaan ruminansia. Namun dengan keberadaan beberapa spesies kumbang pendekomposisi tinja, maka hal tersebut dapat diminimalisir. Kumbang yang bersifat dekomposer biasanya merupakan anggota dari ordo Coleoptera, dan famili Scarabaeidae, (Helocopris brucephalus) yang lebih dikenal sebagai kumbang tinja. Kumbang ini memiliki perilaku makan dan reproduksi yang dilakukan di sekitar tinja, dengan demikian kumbang tinja sangat membantu dalam menyebarkan dan menguraikan tinja sehingga tidak menumpuk di suatu tempat. Aktifitas ini secara umum berpengaruh terhadap struktur tanah dan siklus hara sehingga juga berpengaruh terhadap tumbuhan disekitarnya. Dengan membenamkan tinja, kumbang dapat memperbaiki kesuburan dan aerasi tanah, serta meningkatkan laju siklus nutrisi. Dekomposisi tinja pada permukaan tanah, oleh kumbang tinja menyebabkan penurunan pH tanah setelah 9 minggu dan meningkatkan kadar nitrogen, yodium, fosfor, magnesium, dan kalsium sampai 42-56 hari setelah peletakan tinja.
 

Polinator
Secara umum serangga tidak berperan langsung pada proses polinasi, serangga hanya bertujuan memperoleh nektar dari bunga yaitu sebagai sumber makanannya. Namun dalam hal ini serangga memiliki peran yang sangat penting, secara tidak sengaja polen atau serbuk sari menempel dan terbawa pada tubuh serangga hingga polen tersebut menempel pada kepala putik bunga lain dan terjadilah proses polinasi. Lebah lokal memiliki peranan penting pada proses polinasi dari bunga. Lebah lokal anggota ordo Apidae (Apis dorsata) mampu meningkatkan produksi tumbuh-tumbuhan berbiji di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Jawa Barat. Lebah atau serangga jenis lain secara tidak sengaja membawa pollen dari satu bunga ke bunga lainnya, sehingga sangat membantu proses polinasi.
 

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed