Back
Pelatihan Aves 2011
Author Susi
Friday, Apr 29, 2011 8:25 am
Pelatihan Aves 2011
MENGELOLA BURUNG DENGAN SEJAHTERA DAN LESTARI
    
     Hampir semua Taman Satwa memiliki koleksi burung, selain tingkat kelangkaan, suara nan merdu menawan ataupun bulu indah yang menjadi pertimbangan. Agar mereka dapat hidup sejahtera, berjodoh dan lestari ada kiatnya, seperti dipaparkan dalam pelatihan perawat burung yang diselenggarakan oleh PKBSI, lengkap dengan praktek.
 
     Di beberapa taman satwa baik di Indonesia maupun mancanegara, burung menjadi salah satu satwa koleksi favorite. Sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia, kekayaan sumberdaya burung yang kita miliki merupakan 17% dari spesies (1.539 spesies) yang ada di muka bumi. Sayangnya 124 spesies diantaranya terancam punah dan merupakan angka tertinggi di dunia, sementara itu sebagian besar belum dikenali secara lengkap diantaranya aspek biologi, agen ekosistem, perbiakan.
     Taman Satwa masa kini dituntut mampu menjadi salah satu benteng terakhir penyelamatan satwa termasuk burung dalam arti luas. Oleh karenanya sumberdaya manusia pendukungnya, diantaranya perawat (keeper) wajib memenuhi standar kualitas dan kompetensinya. Sadar akan kebutuhan anggotanya dalam peningkatan kemampuan teknis lapangan, PKBSI menyelenggarakan pelatihan pengelolaan burung.
    
Tim yang solid
     Dalam pelatihan terbatas yang diikuti 35 orang, peserta tidak hanya dilatih bagaimana mengelola burung di taman satwa, namun dibekali pula dengan aspek lain terkait dengan tugas tanggung jawabnya.      Untuk memperkaya pengetahuan dan menambah pengalaman peserta dibekali dengan berbagai tehnik penangkaran terkini baik yang dilakukan di taman satwa maupun oleh penangkar.
     Selain berbagai tujuan di atas, pelatihan juga dimaksudkan agar peserta memahami falsafah bekerja di taman satwa yang mengedepankan bekerja dalam kelompok sehingga mampu menjadi tim yang solid untuk menuju taman satwa yang profesional.
 
Beda spesies beda penanganan
     Sebagai pelatihan yang spesifik, modul dirancang aplikatif, fokus pada jenis yang umum menjadi koleksi, burung endemik Indonesia sehingga tidaklah mengherankan bila suasana menjadi hidup dan penuh diskusi serta berbagi pengalaman.
     Salah satu topik yang diminati adalah sexing atau menentukan jenis kelamin burung monomorfik yaitu yang penampilan jantan dan betinanya serupa, di sinilah kepiawaian praktisi lebih unggul dari ilmuwan dalm pengamatan lapangan.
     Kesadaran dan pemahaman peserta tentang pakan yang baik dan tepat bagi burung meningkat ketika para praktisi memberikan contoh dan menyampaikan pengalaman memvariasikan pakan, tehnik penyajian, penghitungan protein agar burung bersuara merdu, berbulu indah, mudah dilatih dan berkembang biak.
     Jenis – jenis endemik yang menjadi topik dan dibahas secara tuntas dalam pelatihan adalah kelompok Psittacidae, Phasianidae, Paradiseidae, Megapodidae, Bucerotidae, burung air, ratite, burung predator. Sementara itu ilmu tambahan yang mengundang antusiasme peserta yaitu pengelolaan individu burung untuk berbagai kebutuhan.
 
Dari kita untuk bersama 
     Meningkatkan profesionalisme dengan tetap mengedepankan kebersamaan dan keakraban, proses alih pengetahuan dilakukan dari internal PKBSI dan beberapa mitra kerja. Dengan tulus dan rasa persahabatan para fasilitator berbagi ilmu, memandu dan melatih peserta dalam pelatihan ini yaitu Bapak – bapak : R.H. Romly Sundara Bratakusumah, Tony Sumampau, Herry Alamsyah, Megananda Darjono, Widyabrata, Bongot H. Mulia, Muhammad Supriyanto Akdiatmodjo termasuk para srikandi konservasi yaitu Ibu – ibu :  Ligaya ITA Tumbelaka, Endang Budi Utami, Wiwiek Bagja.
     Untuk mempertajam pengalaman dilakukan praktek secara mendalam di Taman Burung TMII, Taman Margasatwa Ragunan dan Mega BirdFarm, milik Drs. Megananda Darjono MM di Bogor.
 
Terima kasih sahabat       
     Kesadaran pentingnya peningkatan kapasitas sumberdaya manusia rupanya telah merasuk dalam jiwa anggota PKBSI dan mitranya termasuk dalam pelatihan ini. Mereka yang dengan tulus telah membantu terlaksananya pelatihan yaitu Yayasan “Rahmat” Medan, Sea World Indonesia, Kebun Binatang Tamansari Bandung, Taman Safari Indonesia, Taman Margasatwa Ragunan Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Bapak Megananda Daryono, MM (Mega BirdFarm), Bogor. Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya.
 
Perjuangan belum berakhir        
     Seusai pembahasan topik dilakukan evaluasi atas proses alih pengetahuan dan pelatihan sebagai upaya peningkatan dan perbaikan. Tentu saja setiap kompetisi ada yang unggul dari yang lain, kali ini yang memperoleh nilai tertinggi adalah Siran dari Kebun Binatang Surabaya, diikuti oleh Marni dari Taman Safari Indonesia Bogor dan drh. Wisnu Wardhana dari Seaworld Indonesia.
     Acara penutupan usai sudah, namun bagi peserta perjuangan belum berakhir. Fasilitator memberikan beberapa tugas setelah kembali ke tempat tugasnya dan mengirimkannya ke panitia sebagai evaluasi paska pelatihan.  Kesemuanya dilakukan dengan sukacita dan penuh rasa tanggung jawab demi taman satwa yang professional dan berkelas.

sumber : EBU
Foto : PKBSI

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed