Back
Pelatihan Zoo Educator 2017
Author Susi
Thursday, Nov 30, 2017 8:47 am
Pelatihan Zoo Educator 2017
Asosiasi Lembaga Konservasi Dunia (World Association of Zoos and Aquariums/WAZA) mencatat lebih dari 700 juta pengunjung setiap tahun yang mengunjungi LK di seluruh dunia yang terafiliasi dalam WAZA. Angka yang sangat fantastis tersebut menunjukkan bahwa LK dapat berperan besar dalam mengajak setiap orang untuk turut berpartisipasi dalam konservasi setidaknya dari Lembaga Konservasi ex-situ yang mudah untuk dijangkau setiap orang. Kondisi tersebut sesuai dengan salah satu peran dan tugas LK sebagai tempat pendidikan yaitu untuk:

  • Memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya konservasi alam dan lingkungan melalui peragaan maupun pertunjukkan satwa.
  • Menanamkan rasa cinta dan peduli terhadap satwa serta alam “flora & fauna” sejak dini kepada siswa sekolah dan berbagai kalangan masyarakat lainnya, melalui program pengenalan satwa liar & lingkungan.
  • Melaksanakan penyuluhan tentang konservasi sumber daya alam secara berkelanjutan kepada masyarakat luas di seluruh pelosok Indonesia.

Mengingkat peran vital LK sebagai tempat edukasi, maka tugas tim edukasi dari setiap LK pun menjadi sangat penting. PKBSI menyadari akan hal itu dan mewujudkannya dalam bentuk pelatihan bagi staff edukasi di LK. Pelatihan Zoo Educator diadakan tanggal 8-10 Oktober 2017 di Jungle Camp, Taman Safari Prigen dan diikuti oleh 35 peserta dari 20 LK. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan sebelum diadakannya Rakornas 2017. PKBSI bekerjasama dengan Chester Zoo, UK, dengan dukungan tim trainer dari Chester Zoo yang terdiri dari Hannah Brooks (Community Engagement Manager), Charlotte Daly (Assistant Team Manager-Informal Education), dan John Abernethy (Programme Officer GSMP ungulata di Indonesia). Pelatihan ini juga diisi oleh Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP., M.Sc. yang juga berperan sebagai fasilitator.

Pelatihan Zoo Educator ini menekankan kepada edukasi konservasi, yaitu program edukasi yang berisi materi konservasi berupa informasi konservasi suatu jenis satwa, ancaman yang mereka hadapi di alam, dan ajakan untuk turut berpartisipasi dalam konservasi tersebut melalui berbagai hal yang dapat dilakukan oleh pengunjung. Melalui edukasi konservasi, pengunjung akan diajak proaktif untuk mendukung kegiatan konservasi suatu jenis satwa yang menjadi fokus di Lknya masing-masing, tidak hanya sekedar pengenalan jenisnya saja. Pengunjung akan diajak untuk peduli terhadap kelestarian satwa tersebut di alamnya sehingga mereka dapat berpartisipasi secara berkelanjutan tidak hanya saat mengunjungi LK.

Materi presentasi diawali dengan pengenalan Chester Zoo dan kegiatan edukasi yang sudah dilakukan. Peserta dapat memiliki gambaran mengenai Chester Zoo yang merupakan LK terbesar di UK terbesar ke-3 di dunia. Chester Zoo memiliki tim edukasi yang secara profesional memikirkan desain dan konten edukasi disana dan hal itu nampak dari program edukasi mereka yang sederhana namun tepat sasaran, misalnya papan informasi yang bersifat interaktif untuk menarik minat pengunjung dan dapat melibatkan pengunjung untuk mau mengetahui jenis tersebut lebih lanjut.

Para trainer memaparkan secara detail mengenai program edukasi konservasi, mulai dari penjelasannya, langkah-langkah mendesain program edukasi konservasi yang tepat, metode penyampaian materi edukasi, hal-hal yang diperlukan dan dapat digunakan dalam program edukasi yang direncanakan, hingga langkah-langkah dalam pengukur keberhasilan program edukasi dan evaluasinya. Semua materi dijelaskan secara mendetail oleh para trainer. Peserta pun tidak hanya mendengarkan materi dalam ruang, tetapi mereka juga secara berkelompok diajak berdiskusi untuk memikirkan suatu program edukasi yang tepat dan sesuai berdasarkan materi yang sudah dijelaskan. Trainer akan menilai dan memberi masukan untuk setiap gagasan program edukasi tersebut agar para peserta dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari gagasan mereka. Dengan demikian, peserta akan memiliki gambaran praktis untuk penerapan program edukasi konservasi di institusinya masing-masing setelah kegiatan pelatihan ini berlangsung.

Materi mereka menjadi semakin lengkap dengan paparan dari Dr. Drh. Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP., M.Sc. mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam bekerja di LK antara lain etika dalam pengelolaan satwa yang harus memperhatikan pedoman 5 freedom. Beliau juga mengingatkan kembali para peserta mengenai peran penting LK sebagai tempat pendidikan dan sarana rekreasi serta untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Di akhir kegiatan, setiap diminta untuk menuliskan komitmen atau gagasan mereka mengenai program edukasi yang akan mereka lakukan di Lknya masing-masing. Komitmen ini dicatat oleh panitia dan akan ditindaklanjuti kemudian untuk mengetahui keberhasilan program edukasi yang sudah direncanakan atau kendala apa saja yang ditemui sehingga para trainer juga dapat membantu mencarikan solusinya.

Setiap peserta terlihat antusias dan mereka terkesan dengan ilmu baru yang mereka dapat dari para trainer. Kita berharap bersama agar antusiasme mereka dapat mereka tularkan ke staff lain di Lknya masing-masing dan program edukasi yang sudah mereka rencanakan dapat berjalan sesuai rencana dan berdampak pada peningkatan edukasi bagi para pengunjung.
Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed