Back
Workshop Banteng Husbandry and Transportation Training
Author Susi
Wednesday, Dec 6, 2017 3:10 pm
Workshop Banteng Husbandry and Transportation Training
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kondisi ini merupakan hal yang patut disyukuri namun di sisi lain memiliki beban moral tersendiri dimana Indonesia bertanggungjawab untuk menjaga kekayaan alamnya dengan sebaik mungkin. Namun realita yang sedang terjadi maraknya kerusakan hutan yang terjadi dan tentu saja membuat habitat beberapa jenis satwa liar menjadi terancam. Banteng adalah salah satu jenis satwa liar yang populasinya terus mengalami penurunan akibat kerusakan hutan dan perburuan liar terutama tanduknya. Populasi yang terus menurun ini menjadi perhatian bersama bahkan dari lembaga konservasi di luar negeri.

Pada tanggal 17-19 Juli 2017 bertempat di Baobab Safari Resort Prigen, diadakan Workshop “Banteng Husbandry and Transportation Training” yang merupakan kerjasama Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) dengan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, San Diego Global Zoo, serta IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group (AWCSG). Acara ini merupakan program dari Global Species Management Plan (GSMP) untuk Banteng yang berisi rencana pengelolaan spesies banteng secara global dan terpadu untuk mengembangbiakkan banteng sesuai target populasi yang ingin dicapai dan dengan tingkat keragaman genetik yang tinggi. Acara workshop ini diadakan untuk menyiapkan para staff di LK dalam pelaksanaan rekomendasi pengembangbiakkan dan pemindahan banteng dalam program GSMP.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PKBSI, Direktur KKH dan para staff Ditjen KSDAE, perwakilan Balai Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Ujung Kulon, serta dokter hewan dan keeper dari LK yang memiliki koleksi banteng di institusinya.

Workshop ini berisi pemaparan materi mengenai konservasi Banteng di Indonesia dari berbagai topik antara lain:

Materi Presentasi

Oleh

Pengenalan Banteng Global Species Management Plan

James Burton, Ketua IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group

Pengenalan Pengelolaan Program Penangkaran & Contoh Pemindahan Satwa

Steve Metzler, San Diego Zoo Global

Pemeliharaan Banteng

Ivan Chandra, Studbook Keeper Banteng Internasional, Taman Safari Prigen

Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan, serta Imobilisasi

Nanang Tejo, Dokter Hewan, Taman Safari Prigen

Pemetaan Genetik Banteng Jawa

Gono Semiadi, Peneliti Senior, LIPI

Konservasi Banteng (Bos javanicus) di Indonesia

Bambang Dahono Adji, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati

Proses Pelaksanaan Rekomendasi Perkembangbiakan dan Perpindahan

Tony Sumampau, Sekjen PKBSI

 

Selain pemaparan materi presentasi, dilakukan pula kunjungan lapang ke lokasi kandang banteng di Taman Safari Prigen untuk mengetahui informasi mengenai contoh kandang banteng dan proses pemeliharaan banteng di Taman Safari Prigen. Melalui kunjungan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki gambaran umum mengenai panduan pemeliharaan banteng untuk diterapkan di LK masing-masing. Selain itu, dilakukan pula kunjungan ke kandang Jaliteng (Jawa Timur Bali Banteng), yang merupakan penangkaran persilangan sapi Bali dengan banteng yang merupakan keberhasilan yang sudah dilakukan di Taman Safari Prigen.

Pada akhir acara workshop ini, dibahas pula mengenai beberapa rekomendasi perkembangbiakan dan perpindahan banteng yang telah disepakati antar LK. Untuk rekomendasi tahap pertama ini melibatkan 3 institusi Taman Safari yaitu Taman Safari Cisarua Bogor, Taman Safari Prigen, dan Bali Safari & Marine Park, serta dari Taman Nasional Baluran. Rekomendasi yang disepakati disusun oleh GSMP Banteng melalui berbagai pertimbangan untuk mendapatkan keturunan banteng dengan keragaman genetik yang tinggi dan untuk menghindari terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding) antarindividu.

Acara seperti ini sangat bermanfaat sebagai kegiatan bertukar informasi antar lembaga konservasi mengenai perawatan banteng di institusinya masing-masing. Dengan adanya forum seperti ini, setiap peserta yang hadir dapat bertambah kompetensinya mengenai perawatan banteng yang dapat mereka terapkan di tempatnya masing-masing. Dan pada akhirnya, banteng yang ada di setiap lembaga konservasi mampu hidup dengan sejahtera sesuai etika kesejahteraan satwa dan mampu berkembangbiak dengan baik sehingga dapat mewujudkan target populasi yang ingin dicapai secara global. Tentunya semua hal tersebut dapat terjadi jika ada peran aktif dan partisipasi bersama antar pihak yang terkait.

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed